3 - Ridho

Keinginan Abu Jahal untuk Mengganggu Nabi SAW. dan Balasan Hinaan dari Allah Ta’ala

567
×

Keinginan Abu Jahal untuk Mengganggu Nabi SAW. dan Balasan Hinaan dari Allah Ta’ala

Sebarkan artikel ini

BAIHAQI meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Pada suatu hari, ketika aku berada di Masjidil-Haram, datanglah Abu Jahal.

Lalu ia berkata, “Aku berjanji kepada Allah bahwa apabila aku melihat Muhammad bersujud, aku akan menginjak lehernya.”

Maka aku keluar untuk menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Aku datang ke rumahnya, dan memberitahunya mengenai perkataan Abu Jahal.

Beliau pun keluar dalam keadaan marah, dan datang ke masjid.

Karena ingin segera sampai ke masjid, beliau tidak masuk lewat pintu, akan tetapi menerobos dinding masjid.

Aku berkata (dalam hati), “Ini merupakan hari yang buruk.” Lalu aku memakai sarung, kemudian mengikutinya.

Setelah masuk ke masjid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.” (QS. Al-‘Alaq: 1-2).

Ketika sampai pada ayat yang menyinggung urusan Abu Jahal: “Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.” (QS. Al-‘Alaq: 6-7).

Seseorang berkata kepada Abu Jahal, “Hai Abul-Hakam! Ini Muhammad.”

Maka Abu Jahal berkata, “Tidakkah kalian melihat apa yang aku lihat? Demi Allah! Sungguh, cakrawala telah tertutup dariku.”

Lalu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampai ke akhir surat, beliau bersujud.

[Demikian dalam kitab Al-Bidayah Wan-Nihayah (3/43)].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Thabarani dalam kitab Al-Mu’jamul-Kabir dan Al-Mu’jamul-Ausath.

[Haitsami (8/227) berkata bahwa dalam sanadnya terdapat Ishaq bin Abu Farwah, dan ia adalah perawi yang matrûk].

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Al-Hakim (3/325) dengan lafal yang sama.

[la berkata bahwa sanadnya sahih, namun Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya beserta sanadnya dalam kitab Shahih mereka.

Dzahabi mengomentarinya dengan berkata: Dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Shalih, yang tidak dapat dijadikan pegangan.

Juga terdapat Ishaq bin Abdullah bin Abu Farwah, dan ia adalah perawi yang matrûk].

Gangguan Abu Jahal terhadap Nabi SAW. dan Dibalas Thulaib bin ‘Umair

IBNU SA’D meriwayatkan beserta sanadnya dari Waqidi dengan sanadnya dari Barrah binti Abu Tajrah, ia berkata: Suatu ketika, Abu Jahal dan sejumlah orang yang bersamanya menghampiri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu mengganggunya.

error: Allahu Akbar